![]() |
| Sejarah lengkap lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci |
warungbede.biz.id Mona Lisa, atau yang juga dikenal sebagai La Gioconda, adalah mahakarya seni paling ikonik di dunia hasil tangan dingin Leonardo da Vinci. Sejak mulai dilukis sekitar tahun 1503, lukisan minyak di atas panel kayu poplar ini terus memikat jutaan pengunjung di Museum Louvre setiap tahunnya. Dalam artikel ini, kita akan mengulas perjalanan panjang peradaban seni Mona Lisa, mulai dari masa keemasannya hingga berbagai ancaman yang pernah ia lalui.
Masa Kejayaan: Puncak Keemasan Teknik Renaissance
Masa kejayaan Mona Lisa dimulai pada abad ke-16, tepatnya dalam rentang tahun 1503 hingga 1517, saat Leonardo da Vinci menerapkan teknik revolusioner yang mengubah dunia seni selamanya.
Teknik Sfumato: Leonardo menggunakan gradasi warna yang sangat halus untuk menciptakan transisi antara cahaya dan bayangan tanpa garis tepi yang tegas.
Efek Psikologis: Senyum misterius sang model dianggap sebagai pencapaian tertinggi dalam menangkap emosi manusia dalam lukisan.
Pengaruh Global: Setelah dibeli oleh Raja Francis I, lukisan ini menjadi bagian dari koleksi kerajaan Prancis yang sangat eksklusif.
Perkembangan Peradaban Seni dan Transformasi Status
Status Mona Lisa berkembang dari sekadar potret pribadi menjadi ikon budaya pop dunia melalui beberapa tahap perkembangan penting:
Transformasi Lokasi dan Kepemilikan
Awalnya lukisan ini disimpan di Istana Fontainebleau, namun sempat berpindah ke Istana Versailles. Pada tahun 1800, lukisan ini bahkan sempat digantung di kamar pribadi Napoleon Bonaparte sebelum akhirnya dipindahkan ke Museum Louvre pada tahun 1804.
Ledakan Popularitas Tahun 1911
Mona Lisa mencapai puncak ketenaran global yang tak tertandingi pada 21 Agustus 1911, saat ia dicuri dari Louvre oleh Vincenzo Peruggia. Berita ini menjadi viral internasional dan membuat dunia "jatuh cinta" pada misteri lukisan yang hilang tersebut.
Masa Kejatuhan: Ancaman Fisik dan Vandalisme
Meskipun nilai seninya tidak pernah turun, Mona Lisa mengalami masa-masa "kelam" akibat serangan fisik dan ancaman keamanan yang membahayakan kondisinya.
Pencurian Terbesar (1911–1913): Lukisan ini hilang selama dua tahun dan baru ditemukan kembali di Italia pada akhir 1913.
Serangan Vandalisme (1956): Tahun 1956 menjadi tahun paling kritis bagi kondisi fisik lukisan ini. Ia disiram cairan asam di Montauban dan dilempar batu yang merusak pigmen di area siku kiri.
Perlindungan Ketat: Akibat berbagai ancaman tersebut, sejak tahun 1950-an hingga insiden pelemparan kue di tahun 2022, Mona Lisa kini dilindungi secara permanen di balik kaca anti-peluru dengan kontrol suhu yang ketat.
Kesimpulan
Sejarah lukisan Mona Lisa mengajarkan kita bahwa sebuah karya seni dapat bertahan melampaui waktu meski menghadapi berbagai ancaman. Dari tangan Leonardo da Vinci hingga menjadi penghuni tetap di Museum Louvre, Mona Lisa tetap menjadi bukti kejeniusan manusia yang tak ternilai harganya.
